07 Januari 2008

Modifikasi Jok Afas dan Aksesori Karpet Givi.











Lama ga jalan-jalan putar-putar Jakarta, akhirnya Sabtu kemarin (5/01) niatin keluar rumah mumpung di rumah banyak yang njagain si kecil. Ya begitulah, bulan-bulan terakhir ini selalu kedapetan jatah jaga tiap akhir pekan.

Niatnya mo mampir Givi Kalimalang terus main ke Afas di Cempaka Putih.

1.Dealer GIVI Kalimalang.
Ber-alamat di Jl. Raya Kalimalang no.9 Jaka Sampurna - Bekasi Barat. Kalo ditilik sebenernya lokasinya rada sulit dilihat karena space rukonya yang kecil. Ada bersebelahan dengan Dunkin Donut dan Pizza Hut Jaka Sampurna. Kesana tujuannya untuk cek rumah kunci E35 yang bermasalah karena kadang sulit dibuka.

Sesampainya disana disambut ramah dan basa-basi sedikit karena gue ga beli produk di Givi, ya gue minta kemudahan biar bisa di reparasi disini juga. Tuh mbak sih tetap promosi, "makanya belinya disini donk boss" .. hehehehee. Okelah secara kualitas Givi memang oke, tapi kadang harga tidak begitu bersahabat buat biker middle class macam gue.

Akhirnya rumah kunci dibongkar, dan ditemukan bahwa salah satu gigi kunci patah dan kalo mau ganti ya harus indent dengan harga 125rb (*atau 175rb .. maaf rada lupa padahal baru kemarin ... glek). Kebetulan disana pas ga nyetok kunci. Hhhmmm ya sudahlah akhirnya pasang lagi dan ternyata malah jadi normal setelah dipasang. Tadinya sih kl kembali mo indent kalo kembali bermasalah tapi malah ga jadi karena dah normal.

Seperti biasa, iler dalam hati netes juga banyak barang bagus yang pada nangkring di rak showroom, mulai dari jas hujan sampai helm. Nah ditawarin deh helm yang lagi diskon dan saat itu di banderol +/- 450rb. Bagus seperti di tunjukkan pada gambar dan link berikut. Iya deh ... bagoossss ....

Yah daripada pulang dengan tangan hampa, mending beli satu deh, bukan helmnya tapi hanya karpet buat di dek Vario. Harganya 30rb. Sekarang dah sukses nempel meski resikonya kalo memang terkena basah berlebih akan ber potensi bau seperti karpet rumahan. Emang ruang tamu aja yang bisa dipasang karpet, Vario gue juga bisa....xixixixiii.

2. Modifikasi Jok by AFAS.
Lepas dari dealer GIVI, langsung deh ngacir ke Afas buat ngebenahin tampilan jok. Sesampainya disana dah nankring 2 pemesan jadi ya mesti nunggu giliran deh. Oiya, Afas Jok sendiri ada di bilangan Cempaka Putih.

Persisnya ada di seberang plang Ziebart, kl dari arah Senen ya ancer2nya kl ngeliat kanan jalan tunggu sampe ketemu showroom Yamaha, nah kalo dah keliatan gedungnya tinggal lirik kios-kios kiri jalan, ketemu deh Afas jok di pojokan jalan.

Lama ga modif jok disana ternyata dah ada perubahan harga yang cukup signifikan. Terima jadi sesuai gambar yang gue bawa kena 125ribu. Tentunya dengan obrol sana obrol sini, ganggu sana ganggu sini. Kalo mau bagus ya rewel dikit gpp lah, toh mereka asik-asik aja. Hasilnya bisa ditengok pada gambar deh.

Puas pulang dari sana meski ada temen hujan rintik-rintik buat balik ke Bekasi. Yang tadinya mau mampir Custom World buat beli inner box 70rb-an terpaksa gue undur ke lain waktu.

Puas juga jalan-jalan sabtu apalagi dapet hasil yang bagus.

Selanjutnya apa ya? Hahahahahhaa ........







27 Desember 2007

Warna asli BLAZE RED



Libur panjang harus diisi dengan sesuatu ... nah kali ini gue niat-in diri buat ngeletek-in stiker original yang ada di bodi motor keluaran HONDA, itung-itung membuktikan apakah stiker bodi produk HONDA memang benar-benar sulit di-keletek ... duh ini istilah DIKELETEK kalo di Indonesia-kan padanannya apa ya?

Dan kali ini media percobaan adalah stiker bodi HONDA VARIO. Tipe warna BLAZE RED.

Yang dibutuhkan hanya :
1. Satu botol besar MINYAK KAYU PUTIH - 15rb-an,
2. Lap bersih,
3. Tempat duduk,
4. Waktu senggang SETENGAH HARI (satu hari penuh lebih baik) ,
5. Ekstra KESABARAN.

Nah dari situ ya tinggal duduk di bangku dan pelan-pelan melucuti stiker, bersabar saat menarik stiker adalah mutlak hehehehee.......... Karena jika bisa sabar, dalam satu tarikan stiker bisa terkelupas.

Yang rada ribet nih, menghapus sisa lem yang masih merekat pada bodi motor, beri aja lapisan bekas stiker dengan minyak kayu putih dan biarkan beberapa saat rembes ke dalam bekas stiker, barulah dilap pelan-pelan dengan lap halus yang telah disiapkan. Kalau pun harus di lap rada keras ya perhitungkan sendiri kekerasan tangan yang nempel ke bodi.

Awas hati-hati dengan kesabaran anda, salah sedikit bisa berubah emosi dan menekan keras bodi motor karena ingin cepat-cepat bersih, yang ada malah nanti bodi tergores kuku-kuku tanda sampeyan gemas.

Katanya sih, stiker bodi HONDA lebih sulit dikupas ketimbang stiker pabrikan lain makanya cuma mau pesan ... SABAR YA !

Nah sekarang lihat deh warna asli varian BLAZE RED. Nuansa Merah-Orange lumayan eye-catching kalo gue bilang ......... narsis boleh donk :-)

SELAMAT MENCOBA !
(*andry)

18 Desember 2007

kelas Ekonomi di Kereta Api

PT. KERETA API, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dengan media KERETA API sebagai alat angkut dari satu tempat ke tempat yang lain. Pesaingnya? Sepertinya masih bermain sendiri dan akhir pekan lalu saya dan keluarga coba membuktikan ketangguhan layanan yang ditawarkan PT. KERETA API.

Sabtu malam, 15 Desember 2007, kami memutuskan menggunakan layanan kereta api menuju Semarang menggunakan kelas ekonomi yang dijadwalkan berangkat dari stasiun Bekasi kurang lebih pukul 21:30. Semua pasti sudah mengetahui bahwa sebagai penumpang di kelas ekonomi sepatutnya tidak mengharapkan layanan ekstra. Silahkan berbaur dengan penumpang lain baik mereka yang bertiket resmi maupun tiket tidak resmi.

Tunggu punya tunggu kereta pun bergerak berangkat dari stasiun Bekasi dan kami selama 30 menit masih berupaya mencari tempat duduk yang sudah menjadi hak kami. Tiket tercantum nomor-nomor: 5D, 5E, 6D dan 6E.

Ada yang aneh? Tunggu dulu, demi mencapai tempat duduk kami sekeluarga harus bersitegang dengan para penumpang yang sudah memenuhi tempat duduk dan gang di dalam kereta api plus dengan tidak adanya penerangan sudah semakin membuat saya mengerti kualitas PT. KERETA API.

Dengan menyembunyikan rasa kaget karena ternyata pemetaan tempat duduk hanya menyediakan plot A hingga D, bagaimana mungkin bisa keluar karcis nomor E jika di dinding samping duduk tidak menyertakan tempat duduk bagian E?

Bagusnya mereka yang sudah lebih dulu duduk justru tanpa tiket sehingga kami masih punya posisi kuat untuk mengusirnya. Saya pribadi tidak peduli apakah itu wanita yang tengah duduk di tempat yang seharusnya menjadi hak kami.

Persoalan tak sampai di situ karena masih banyak penumpang lain yang terus mengklaim tempat duduknya masing-masing. Perjalanan terus berjalan dengan kondisi udara yang pengap dan dijejali asap rokok plus penumpang yang sudah terlelap tidur dengan posisi yang makin tidak jelas. Ruang ideal 4 tempat duduk plus buat istirahat kaki dijejali 8 orang yang saling berbagi ruang.

Prihatin melihat fenomena seperti ini, karena hal yang sama sudah saya rasakan tahun lalu di masa akhir tahun yang sama. Saya tahu punya lebih banyak pilihan ketimbang mengambil kelas ekonomi.

Saya tahu saya lebih baik diam menikmati perjalanan dan lebih mengambil sikap "nrimo" atas keadaan sumpek perjalanan malam itu. Mungkin sikap "nrimo" dan menghindari aksi proteslah yang membuat bangsa kita sulit maju
dalam beberapa hal.

Dan sebagai sebuah perusahaan besar tentunya PT. KERETA API harus "ngeh" dengan sindiran seperti ini. Karena jika tidak, berarti kita sudah mengetahui kualitas kerja seperti apakah yang dimiliki oleh PT. KERETA API.

Naik dengan kelas ekonomi sih dah biasa dengan kasus kayak gitu bos? Hhhmmm ... hal jelek kok dibilang biasa. Okelah sepulangnya dari Semarang saya naik kelas Bisnis. Tetap saja muncul perilaku negatif petugas yang membiarkan penumpang tanpa tiket untuk naik dan lebih memilih gumpalan kertas yang diam-diam masuk kantong.

Naik kelas eksekutif ... masa mesti cerita lagi? Bagaimana mau maju jika melihat kasus tiket yang saya dapatkan saja mereka tidak becus mengatur penempatan tempat duduk buat penumpang. Tidak tega mau berkata ... PAYAH!!!

Andry Berlianto
Jl Borobudur Raya E5/13 Perumahan Duren Jaya Permai Bekasi
andry.berlianto@gmail.com
99239005
(msh/msh)

edited by DETIK