Tampilkan postingan dengan label vario. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vario. Tampilkan semua postingan

10 April 2008

KMS Jl. Panjang Jakarta Barat

Total :
  • Swallow Deli Tire 120/70-14 : 228k
  • Pentil Tubeless : 10k
  • Kampas Rem (punya Mega Pro) : 40k
  • KMS Jl. Panjang 021.53677526








07 Januari 2008

Modifikasi Jok Afas dan Aksesori Karpet Givi.











Lama ga jalan-jalan putar-putar Jakarta, akhirnya Sabtu kemarin (5/01) niatin keluar rumah mumpung di rumah banyak yang njagain si kecil. Ya begitulah, bulan-bulan terakhir ini selalu kedapetan jatah jaga tiap akhir pekan.

Niatnya mo mampir Givi Kalimalang terus main ke Afas di Cempaka Putih.

1.Dealer GIVI Kalimalang.
Ber-alamat di Jl. Raya Kalimalang no.9 Jaka Sampurna - Bekasi Barat. Kalo ditilik sebenernya lokasinya rada sulit dilihat karena space rukonya yang kecil. Ada bersebelahan dengan Dunkin Donut dan Pizza Hut Jaka Sampurna. Kesana tujuannya untuk cek rumah kunci E35 yang bermasalah karena kadang sulit dibuka.

Sesampainya disana disambut ramah dan basa-basi sedikit karena gue ga beli produk di Givi, ya gue minta kemudahan biar bisa di reparasi disini juga. Tuh mbak sih tetap promosi, "makanya belinya disini donk boss" .. hehehehee. Okelah secara kualitas Givi memang oke, tapi kadang harga tidak begitu bersahabat buat biker middle class macam gue.

Akhirnya rumah kunci dibongkar, dan ditemukan bahwa salah satu gigi kunci patah dan kalo mau ganti ya harus indent dengan harga 125rb (*atau 175rb .. maaf rada lupa padahal baru kemarin ... glek). Kebetulan disana pas ga nyetok kunci. Hhhmmm ya sudahlah akhirnya pasang lagi dan ternyata malah jadi normal setelah dipasang. Tadinya sih kl kembali mo indent kalo kembali bermasalah tapi malah ga jadi karena dah normal.

Seperti biasa, iler dalam hati netes juga banyak barang bagus yang pada nangkring di rak showroom, mulai dari jas hujan sampai helm. Nah ditawarin deh helm yang lagi diskon dan saat itu di banderol +/- 450rb. Bagus seperti di tunjukkan pada gambar dan link berikut. Iya deh ... bagoossss ....

Yah daripada pulang dengan tangan hampa, mending beli satu deh, bukan helmnya tapi hanya karpet buat di dek Vario. Harganya 30rb. Sekarang dah sukses nempel meski resikonya kalo memang terkena basah berlebih akan ber potensi bau seperti karpet rumahan. Emang ruang tamu aja yang bisa dipasang karpet, Vario gue juga bisa....xixixixiii.

2. Modifikasi Jok by AFAS.
Lepas dari dealer GIVI, langsung deh ngacir ke Afas buat ngebenahin tampilan jok. Sesampainya disana dah nankring 2 pemesan jadi ya mesti nunggu giliran deh. Oiya, Afas Jok sendiri ada di bilangan Cempaka Putih.

Persisnya ada di seberang plang Ziebart, kl dari arah Senen ya ancer2nya kl ngeliat kanan jalan tunggu sampe ketemu showroom Yamaha, nah kalo dah keliatan gedungnya tinggal lirik kios-kios kiri jalan, ketemu deh Afas jok di pojokan jalan.

Lama ga modif jok disana ternyata dah ada perubahan harga yang cukup signifikan. Terima jadi sesuai gambar yang gue bawa kena 125ribu. Tentunya dengan obrol sana obrol sini, ganggu sana ganggu sini. Kalo mau bagus ya rewel dikit gpp lah, toh mereka asik-asik aja. Hasilnya bisa ditengok pada gambar deh.

Puas pulang dari sana meski ada temen hujan rintik-rintik buat balik ke Bekasi. Yang tadinya mau mampir Custom World buat beli inner box 70rb-an terpaksa gue undur ke lain waktu.

Puas juga jalan-jalan sabtu apalagi dapet hasil yang bagus.

Selanjutnya apa ya? Hahahahahhaa ........







27 Desember 2007

Warna asli BLAZE RED



Libur panjang harus diisi dengan sesuatu ... nah kali ini gue niat-in diri buat ngeletek-in stiker original yang ada di bodi motor keluaran HONDA, itung-itung membuktikan apakah stiker bodi produk HONDA memang benar-benar sulit di-keletek ... duh ini istilah DIKELETEK kalo di Indonesia-kan padanannya apa ya?

Dan kali ini media percobaan adalah stiker bodi HONDA VARIO. Tipe warna BLAZE RED.

Yang dibutuhkan hanya :
1. Satu botol besar MINYAK KAYU PUTIH - 15rb-an,
2. Lap bersih,
3. Tempat duduk,
4. Waktu senggang SETENGAH HARI (satu hari penuh lebih baik) ,
5. Ekstra KESABARAN.

Nah dari situ ya tinggal duduk di bangku dan pelan-pelan melucuti stiker, bersabar saat menarik stiker adalah mutlak hehehehee.......... Karena jika bisa sabar, dalam satu tarikan stiker bisa terkelupas.

Yang rada ribet nih, menghapus sisa lem yang masih merekat pada bodi motor, beri aja lapisan bekas stiker dengan minyak kayu putih dan biarkan beberapa saat rembes ke dalam bekas stiker, barulah dilap pelan-pelan dengan lap halus yang telah disiapkan. Kalau pun harus di lap rada keras ya perhitungkan sendiri kekerasan tangan yang nempel ke bodi.

Awas hati-hati dengan kesabaran anda, salah sedikit bisa berubah emosi dan menekan keras bodi motor karena ingin cepat-cepat bersih, yang ada malah nanti bodi tergores kuku-kuku tanda sampeyan gemas.

Katanya sih, stiker bodi HONDA lebih sulit dikupas ketimbang stiker pabrikan lain makanya cuma mau pesan ... SABAR YA !

Nah sekarang lihat deh warna asli varian BLAZE RED. Nuansa Merah-Orange lumayan eye-catching kalo gue bilang ......... narsis boleh donk :-)

SELAMAT MENCOBA !
(*andry)

10 Desember 2007

Box GIVI E35 Flow



















Anda sering bepergian dengan kendaraan bermotor? Atau justru kendaraan bermotor roda dua menjadi moda transportasi harian? Terus bagaimana jika anda sering membawa barang melebihi kapasitas sebagai bagian dari perjalanan anda?

Boks motor jawabannya. Mungkin di jalan anda sering melihat beberapa sepada motor meluncur dengan sebuah boks di bagian belakangnya, baik yang berukuran kecil, sedang sampai ukuran besar atau bahkan hingga boks/bagasi di sisi samping motor layaknya boks-boks motor Polisi yang ber-patroli. Ada yang berkomentar, "ih bawa magic jar!" , "wah motor pake konde!" dan lain sebagainya. Komentar sih bebas-bebas saja keluar dari mulut setiap orang, tapi jika berbanding dengan kegunaannya apalagi sekarang ini seperti menjadi gaya hidup tentunya aksesoris sebesar boks belakang sudah menjadi item wajib bagi motor mania, coba saja sambangi beberapa perkumpulan sepeda motor di Jakarta, pastinya para anggotanya sudah membekali kendaraan mereka dengan boks belakang mulai dari motor laki, motor bebek hingga kendaraan matic yang dikenal kecil sekalipun.

Motor mania mengenal brand Givi karena mengusung kualitas yang mumpuni mulai dari ragam model hingga ketebalan dan kekuatan bahan. Satu kelas dibawah brand Givi ada merk Kappa, yang ternyata menghuni pabrik yang sama dengan Givi dan hanya berbeda kelasnya saja untuk memenuhi permintaan pasar bagi mereka yang belum menjangkau harga Givi. Diluar dua brand yang bagus tadi tentunya banyak bermunculan varian lain yang jauh lebih terjangkau seperti merk Core sampai Korea Motor. Tentunya banderol yang dipasang masih berkisar di angka 200 ribuan, berbeda dengan Kappa atau Givi yang bergerak di atas angka 450 ribu. Dalam banderol tersebut tentunya konsumen diberi kebebasan memilih sesuai kebutuhan dari kebutuhan model sampai kesesuaian isi saku.

Saya yang lebih dulu mencoba merk Core dengan model seadanya, makin hari makin memperhitungkan sisi model dan kualitas mulai dari penggunaan dari Givi E26, E33, Kappa K26 sampai mencoba boks samping E21 hingga akhirnya kini menggunakan tipe E35 Flow. Material dan model yang baik tentunya menjadi poin utama dalam pemilihan sebuah boks apalagi pengunaannya sudah sampai kepada penggunaan harian.

Kapasitas tampung yang mumpuni sudah jelas mampu menyiasati banyaknya barang yang dibawa apalagi jika ada penumpukan barang berlebih di kendaraan roda dua tentunya akan mempengaruhi kenyamanan berkendara. Selain menjadi alternatif pembawa barang bawaan pelan-pelan penggunaan boks motor akan menjadi gaya hidup pengendara motor perkotaan. (andry )

28 November 2007

Bracket Geser

Nambah lagi perubahan pada Vario gue kemarin. Bracket geser hasil pesan di tukang las langganan yang juga jadi rujukan produksi bracket semua jenis motor plus bobok knalpot. Behel standar terpaksa diturunkan dan disimpan digantikan dengan bracket yang langsung dibaut ke dalam.

Harganya 150rb dan kualitasnya bisa dipertanggung-jawabkan. Produksi sehari jadi dikerjain sama si Gondrong karena dah ada bracket mentahan dan tinggal bikin dudukan dari mal yang sudah ada.

Ini dia alamatnya buat tambah2 referensi : (Edward) Jl. Mekarsari 52 Bekasi Timur - no Telp 8806354/0813 16435345

Next hunting E33 atau E35 Flow sekalian .......... *sambil ngintip dompet :-)

26 November 2007

Keluhan Vario - KM 980-an

Sekedar buat catatan keluhan Honda Vario.

Oli mesin rembes hingga dek bawah karena paking head-nya sobek (*kata mekanik AHASS), sementara hanya diberi penanganan singkat dengan lem untuk mencegah rembes lagi. Stok paking head di AHASS yang gue datengi sedang tidak tersedia.

Rembesnya ini akibat apa gue masih belum tau karena sepengetahuan mekanik pun case-nya jarang terjadi. Sebagai data, KM pada masa tersebut sudah menyentuh kisaran 980-an KM dan masih dalam masa garansi.

Ban - ND Rubber

Akhirnya HV gue memakai ban tubeless juga setelah Sabtu 24/11 gue mengganti ban standar dengan ban tubeless merk ND RUBBER, spek yang dipilih adalah 100/17 (depan) dan 120/17 (belakang). Semua ditebus dengan rincian 190k (depan) + 220k (belakang) + 20k (pentil tubeless) + 20k (ongkos pasang). Corak (pattern) membulat dan untuk depan memiliki alur air (wet-tyre) ya dan belakang pattern-nya lebih rapat tanpa alur air.

Katanya ... ND Rubber ini punya performa lebih baik ketimbang Deli Tire yang licin, itu juga kata bro-bro yang dah pake Deli.

Hingga tulisan ini dibuat, gerakan roda terbilang berat karena HV masih dalam kondisi standar serta gue masih dalam penyesuaian riding style dan mencari ritme, buat yang baru sekali memakai ban lebar tentunya akan kesulitan menggerakan stang akibat beban dari ban, untungnya di Honda Karisma gue dulu dah pake ban tapak lebar juga jadi ga kaget-kaget banget. Untuk konsumsi bensin masih dalam taraf pengukuran dan menunggu hingga sepekan penggunaan. Semuanya akan gue review lagi sepekan kemudian.

Lucunya, setelah aman tanpa tubeless beberapa pekan, ND Rubber justru takluk sama kepingan besi payung tajam ... di tukang tambal ban gue ga senyum-senyum karena ini pasti kerjaan dia atau temen2nya. Karena setelah ban gue kelar dateng 2 motor bocor juga .................. plakkk coba gue bisa tampar tu penebar ranjau. Overall ... ND Rubber is a good thing, karena pas muter2 di Bonjer pun dah banyak yg nanya-nanya soal harga dan rasa ND Rubber. Kita tunggu review sepekan dari tulisan ini dibuat ya :-)

19 November 2007

Honda Vario

Kok belinya Vario ... katanya Skywave ???

Heehhee ... iya .. jadinya beli Vario. Kenapa? alasan mendasarnya adalah kedekatan gue dengan komunitas motor Honda baik pertemanannya smp kedekatan dengan pihak internal Honda melalui media mailing list, at least kalo terjadi berbagai hal bisa langsung di konsultasikan ke sasaran yang tepat.

Terus Skywave? sampai detik-detik akhir gue tidak menemukan gong yang pas untuk berpaling ke Skwyave apalagi suara keluarga (*baca: istri) lebih senang dengan keindahan lekuk Honda Vario.

Yuk di-review sedikit-sedikit soal Vario....

Secara keseluruhan lekuk bodi Vario sudah bagus dari awalnya jadi tidak perlu modif banyak-banyak pun sudah banyak yang terpesona, meski kadang disembunyikan dengan kata-kata "ah Vario ... jelekkk".

*Dari Depan ke Tengah*

Tidak ada inovasi berlebih soal spatbor depan, cakram smp shock. Kelemahan yang disuarakan oleh para penunggang Vario adalah kerasnya bantingan shock depan dan kabarnya sudah ada jurus tertentu untuk mengurangi gejala tersebut. Solusinya? iseng-iseng join milis nya deh ehhehehee...

Ban depan berukuran 80/80-14. Buat yang doyan ban besar dan merasa kurang kokoh pasti gregetan untuk nge-ganti ke ukuran yang umum dipakai yaitu profil 100/80. Apa ga kebesaran profil? Sepertinya tidak! Ntar gue share lagi deh kl gue jadi ganti ke ukuran segitu ya :-)

Visor lancip sudah bagus dan banyak di aplikasikan ke motor-motor modifikasi lain. Lampu depan juga sudah bagus sedemikan rupa dan ini juga sudah banyak jadi barang incaran penyuka modifikasi.

Speedometer sebenarnya tidak menyimpan keunikan karena tampil standar saja dan masih menyimpan gaya lama yaitu model yang bukan digital. Pengukur bensin sami mawon karena tidak tampil digital, padahal gaya ini sudah dianut varian lama Honda yaitu Karisma sampai generasi baru Supra X 125.

Handgrip? seperti ulasan tabloid roda dua di edisi terdahulu, grip akan licin saat terkena curah hujan, dan pemakaian sarung tangan yang baik sangat di rekomendasikan.

Spion tetap tampil sama persis dengan varian Supra X padahal Tiger Revo dan Mega Pro membawa model sendiri.

Dek Vario lumayan lapang buat pijakan kaki sehingga saat berkendara kita masih punya space goyang-goyang kaki mengikuti nada lagu saat pengendara non-matic lain sibuk oper gigi. Huhh ... ngejek hehehehe. Sayang .. menurut masukan orang terdekat (*baca: istri lagi), space pada dek tidak mampu memuat lebar satu galon air mineral yang konon kondisi ini tidak terjadi di varian matic lain. Betul tidaknya gue belum coba varian matic lain selain Vario.

Dibawah dek tersimpan Side-Stand Switch yang menjadi keunggulan Honda dibanding kompetitornya. Sistemnya bekerja mematikan mesin saat motor diletakkan dengan standar samping.

*Dari Tengah ke Belakang*

Striping Vario tampil manis dengan berbagai variasi. Coba lihat saja warna-warninya di web AHM.

Shock belakang model tunggal di sisi kiri lumayan baik meredam kejutan mengawal roda belakang yang tampil dengan profil 90/80-14. Kabarnya profil bisa dimaksimalkan hingga ke saiz 140/70. Gue sendiri akan mencoba hingga ukuran 120 saja. Ini berkaitan dengan kekuatan kerja CVT yang tampil apik di sisi kiri bodi Vario.

Desain knalpot rada gemuk melalui warna cover perak. Sejauh ini tidak ada nada protes yang harus gue luncurkan soal desain ini karena terlihat oke-oke saja. Begitu juga dengan desain spatbor belakang yang sepertinya tidak membuat cipratan air ke belakang saat hujan.

Sisi kanan muncul radiator Vario yang konon terbilang ampuh mengawal kinerja mesin matic keluaran Honda ini. Intipan radiator coolant juga oke punya meski terkadang rada sulit juga untuk membedakan warna apakah coolant sedang habis atau tidak. Tapi kekurangan coolant dapat di deteksi dengan indikator di panel depan dekat speedometer.

Lalu lampu belakang? Tampil runcing dikawal behel yang kenapa tidak tampil ala Tiger Revo. Piranti lampu belakang ini juga jadi barang incaran modifikator yang desainnya oke punya. Sejauh ini banyak di aplikasikan di varian Tiger Revo mengganti tampilan lampu belakang standar.

Jok.....hhhmmm.....keras apalagi kl sudah menempuh di atas 30 km-an. Ini mungkin karena di bawah jok tersedia bagasi lapang yang ikut berperan menyakiti pantat saat berkendara. Dan ini dia yang paling gue kadang sesali dengan desain standar Vario. Apanya? Ground Clearance yang terlalu rendah yang kadang harus terantuk polisi tidur yang kerap muncul di perumahan-perumahan.

Saat berboncengan sebenarnya tidak ada keluhan berarti berkaitan dengan performa tapi ya itu tadi, kenapa tidak di desain sedikit lebih tinggi.

Bagaimana dengan tanki. Vario mampu membawa 3.6 lt bensin pada perjalanannya. Dan dengan jarak tempuh +/- 84km PP gue harus menyisakan dana 10rb rupiah setiap harinya untuk mampir ke warung Shell. Konsumsi bensin jenis ini diyakini mampu membuat Vario bekerja lebih nyaman.

OVERALL ... Honda Vario oke punya. Baik untuk pengendara Pria maupun Wanita.

Cobain deh.



Berikut adalah data spesifikasi teknis Vario diambil dari web AHM :

Panjang X lebar X tinggi : 1.897 x 680 x 1.083 mm
Jarak sumbu roda : 1.273 mm
Jarak terendah ke tanah : 132.5 mm
Berat kosong : 99,9 kg (tipe spoke)
99,3 kg (tipe CW)
Tipe rangka : Tulang Punggung
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan ayun dengan sokbreker tunggal
Ukuran ban depan : 80/90 - 14 M/C 40P
Ukuran ban belakang : 90/90 - 14 M/C 46P
Rem depan : Tipe cakram hidrolik dengan piston ganda
Rem belakang : Tromol
Kapasitas tangki bahan bakar : 3,6 Liter
Tipe mesin : 4 Langkah, SOHC
Diameter x langkah : 50,0 mm x 55,0 mm
Volume langkah : 108 cc
Perbandingan kompresi : 10,7 : 1
Daya maksimum : 8,99 PS / 8000 rpm
Torsi maksimum : 0,86 kgf.m / 6.500 RPM
Kapasitas minyak pelumas mesin : 0,7 Liter pada penggantian periodik
Kopling Otomatis : Otomatis sentrifugal, tipe kering
Gigi transmsi : Otomatis, V-Matic
Pola pengoperan gigi : -
Starter : Pedal dan elektrik
Aki : 12 V - 3,5 Ah
Busi : ND U22FER9 / NGK CR7EH-9
Sistem pengapian : DC - CDI, baterai
Tinggi tempat duduk : 758 mm
Sistem pendingin : Silinder tunggalPendingin dengan cairan (liquid cooled)
Susunan silinder : Silinder tunggal
Karburator : VK22 x 1
Lampu depan : 12 V 25 W / 25 W x 2
Lampu senja : 12 V 3,4 W x 2

Mohon maaf jika terjadi kekurangan maupun kelebihan dalam penyampaian informasi ini. Thank You!