Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan

10 April 2008

KMS Jl. Panjang Jakarta Barat

Total :
  • Swallow Deli Tire 120/70-14 : 228k
  • Pentil Tubeless : 10k
  • Kampas Rem (punya Mega Pro) : 40k
  • KMS Jl. Panjang 021.53677526








26 September 2007

(soal) Suzuki Skywave 125

ada reply menarik dari milis karisma_honda cyber community tentang Suzuki Skywave

Berani coba ?
-----------------------------
sekedar sekilas inpoh aja ya ....

di pasaran skutik, kalo mau tutup mata atas merk, skutik taiwan merk
KYMCO itu yang paling enak dikendarai. enak dikendarai di sini karena
skutiknya betul2 bebas getaran. ente nyemplak, serasa naek jetski dah.
makanya namanya jetmatic dia. dan orang-orang penyemplak kymco ini
sangat fanatik serta sensitif terhadap mutu dan kualitas. mereka
terlatih untuk bisa membedakan 'motor enak dan motor tidak enak' -
sekalipun hal ini sebetulnya relatif. di luar soal vibrasi ini, skutik
kymco tetap memiliki plus minus. tapi soal getaran, gila banget dah
... dia berhasil bikin motor yang engine mounting dan balancing
mesinnya bagus sekali.

coba siapa yang ngajarin kymco ? Honda.
mohon dicatet juga, bukan AHM. tapi HONDA.

nah, bukan berarti kymco menurut gue pribadi adalah yang the best.
karena motor itu nggak ada yang the best, semuanya ada plus minusnya.
yang mau gue bilang di sini, cuma soal vibrasi. sejauh yang pernah gue
coba, skutik yang vibrasinya minim juga dimiliki Honda Vario. sampe
kaget gue, AHM bisa juga ye .. hehehe.

nah lagi, buat orang kymco yang fanatik, honda vario itu masih kurang
oke. ya kalo ini sih soal selera dan fanatisme merk, makanya gak usah
dibahas. cuma, mereka state bahwa skutik yang nyaris sama soal vibrasi
dengan kymco hanya dimiliki oleh SUZUKI SPIN. gue pernah diminta untuk
ngetest spin sama mereka sebagai 'outsider' (anti fanatik merek)
sebagai bahan pembanding. sayang belum nemu kesempatannya.

jadi, kesimpulannya ... SUZUKI SKYWAVE juga menjanjikan hal yang sama
dengan SUZUKI SPIN karena basis mesinnya sama. malah menurut seorang
brother yang juga ahli menilik, SUZUKI SKYWAVE memiliki rancang bangun
yang oke punya yang menyebabkan vibrasi bisa ditekan seminim mungkin.
ini walang bagus, anak muda. cukup menjanjikan.

cuma perlu diingat bahwa suzuki memiliki track record yang hampir sama
buruknya dengan motor AHM untuk bodi bergetar. selain itu, faktor
brand image yang masih lemah membuat orang ragu-ragu menjadikannya
pilihan utama untuk dibeli. padahal suzuki memiliki kualitas layanan
service yang mirip2 sama wahana untuk soal reaksi cepat-tanggap
terhadap komplain. nggak seperti yamaha yang masih ndablek. plus perlu
diingat lagi, soal garansi mesin 3 tahun, shutter key dan lain-lain
itu suzuki duluan juga yang bikin. jadi, not so bad-lah.

cuma sejauh mana anda berani think and act outside of the box (brand
image) dengan memilih suzuki ? lah itu dia peer-nya si pabrikan
berlogo 'S' itu dalam mendidik pasar. jelek-jelek, Suzuki pernah loh
ngalahin yamaha dan bikin AHM ketar-ketir di jaman shogun 110 dulu.
hehehe.

kesimpulan : yuk beli Skywave NR :)

bukan marketing suzuki,
tok
-----------------------------

Suzuki Skywave 125

( sumber : M+ )

Konsistensi Suzuki yang tidak mau sekadar ganti baju terus berlanjut. Termasuk pada jenis skubek. Lepas generasi Spin 125, Suzuki hadirkan Suzuki Skywave 125 yang jauh beda dengan skubek pendahulunya. Ini sekelas Yamaha Nouvo atau Honda Airblade.

Skywave berbodi lebih bongsor dibanding Spin 125. Cita rasa kemewahan lebih terbangun. Aroma industrial dipadu rancak dengan roh futuristik. Tampak pada bentuk lekuk kaku dan tegas pada setiap siku detilnya. Seperti pada batok lampu, bagian sekitar kunci dan bentuk batok lampu. Sementara secara total desain, lekuk yang terbangun aerodinamis menunjukan cita rasa futuristik kental.

Secara umum, Suzuki tampak ingin menjembatani pecinta skubek fungsi dan penggemar style. Skubek yang justru menggunakan ukuran ban ring 16 itu, mendekati bentuk bebek yang sudah laris manis di Tanah Air.

Secara fungsi, skubek yang punya panjang 1,935 m, dan lebar 67 cm serta tinggi 1,07 m itu, akan lebih leluasa buat pengguna menerobos berbagai medan. Kan bukan cuma rodanya saja yang lebih besar. Tapi, secara umum juga lebih gambot dibanding Spin 125.

Pengembangan teknologi tidak hanya pada bentuk luar. Lihat saja karburatornya. Meski punya ukuran sama dengan Spin 125, karbu Skywave dilengkapi dengan filter penyaring udara sebelum menuju neddle valve. Itu dimaksudkan agar udara yang masuk ke karbu benar-benar bersih dari air.

Lain lagi dengan desain filter udara luar dari ventury karburator. Dibuat gambot dan posisinya persis di atas CVT. Efek secara fisik, bentuk mesin keseluruhan jadi terlihat gambot, seirama dengan bentuk total skubek. Padahal, sih, itu bukan bagian dari mesin.

Lampu depan juga ikuti virus lampu bodi. Posisinya seperti mata elang yang ada di cover bodi depan. Memang, kelemahannya, arah pancar lampu kayak mobil. Yaitu mengikuti arah bodi bukan arah setang.

Tapi untuk kebutuhan style, tampilan jadi lebih keren. Estetikanya modernnya lebih masuk.

Unsur fungsional lainnya ditunjukan pada desain bagasi yang longgar. Bahkan, Em-Plus coba masukin helm fullface pun cukup!

Ini salah stau keunggulan yang ditawarkan skubek macam Skywave. Pengguna tidak bingung bawa barang bawaan. Tinggal cemplungin ke begasi, beres!

Virus kunci paket yang sudah diterap pada banyak produk motor juga diikuti Skywave. Kunci kontak yang dilengkapi dengan pengaman itu, sekaligus juga langsung membuka bagasi. Jadi, enggak repot buka kunci jok yang biasanya ada di samping.

Meski sama-sama berkapasitas 124 cc dengan bore x stroke 53,5 mm x 55,2 mm, Suzuki Skywave punya performa yang berbeda dibanding Spin 125. Terasa saat Em-Plus melakukan first ride di Tambun, Bekasi. Hentakan tenaga pada rpm awal jauh lebih smooth. Saat trothtle dibuka secara mendadak, respon tenaga tidak seperti Spin 125 yang lebih spontan.

Besar kemungkinan, perubahan diameter ban (Spin ring 14 inci, Skywave ring 16 inci). Juga bodi yang lebih berat (Spin 125=93 kg, Skywave=113 kg), diikuti perubahan juga pada desain girboks.

Menyeimbangi bentuk yang lebih gambot, tenaga tampaknya tidak dicurahkan pada putaran awal. Sebaliknya, tenaga jadi terus ngisi pada putaran atas. Tak heran, Skywave disebut punya tenaga maksimal 9,6 tenaga kuda pada 8.000 rpm. Sementara Spin 125 raih 9,5 tenaga kuda pada 7.500 rpm.

Artinya, wajar kalau Em-Plus merasa putaran bawah Skywave kalah galak dibanding Spin 125. Karena tenaga maksimalnya berada di rpm yang lebih tinggi. Pantas kalau di rpm tinggi, laju Skywave akselerasinya lebih bagus.

Secara handling, meski bodi lebih gede, kenyamanan khas skubek tetap terjaga. Posisi duduk dan letak kaki dirasa lebih nyaman. Begitu pula dengan boncenger. Kenyamanan menyerupai bonceng motor bebek. Posisi kaki dan luasnya jok tak seperti skubek pada umumnya.

Saat dicoba nge-brake secara mendadak, stabilitas motor juga terjaga. Komposisi sok belakang yang double sok dikombinasi cakram depan sangat membantu hal itu. Pendek kata, meski belum lakukan tes jarak jauh, Em-Plus berani pastikan, motor ini lebih nyaman untuk turing dibanding skubek yang ukurannya lebih kecil.

Bentuk baru skubek ini juga memudahkan pengendara meliuk. Selain stabilitas tetap terjaga, komposisi ban dan bodi memungkinkan rebah lebih rendah. Satu hal lagi, posisi duduk pengendara yang tepat diatas bagasi terasa sangat lebar. Kontur jadi lebih nyaman bagi pengendara.

DATA SPESIFIKASI

Dimensi
Panjang keseluruhan 1.935 mm
Lebar keseluruhan 670 mm
Tinggi keseluruhan 1.070 mm
Jarak antara as roda 1.285 mm
Jarak mesin ke tanah 140 mm
Berat kendaraan 113 kg
Mesin
Jenis 4 langkah SOHC
Sistem pendingin Pendingin Udara
Jumlah silinder 1 silinder
Diameter silinder 53,5 mm
Langkah piston 55,2 mm
Kapasitas silinder 124 cc
Perbandingan kompresi 9,6 : 1
Daya maksimum 9,6 PS/8.000 rpm
Torsi maksimum 1,0 kg.m/6.000 rpm
Karburator Mikuni BS26
Saringan udara Elemen kertas
Sistem starter Listrik dan engkol
Transmisi
Kopling Kering, Otomatis, tipe sentrifugal
Sistem penggerak V-belt otomatis
Rangka
Rangka Underbone
Suspensi depan Telespkopik, per spiral, Peredam oli
Suspensi belakang Lengan ayun, Per spiral, peredam oli
Rem depan Cakram hidrolis
Rem belakang Tromol
Ukuran ban depan 70/90-16m/c 36p
Ukuran ban belakang 80/90-16m/c 43p
Sistem Listrik
Sistem pengapian DC-cdi (digital) / spark Ignition
Busi NGK cr6hsa / nd u20fsr-u
Accu 12V (3,5 AH)/10 hr
Kapasitas
Utility box 17,7 liter
Tangki bahan bakar 4,7 liter
Tangki oli mesin 1000 ml

reporter/fotografer : sugeng/endro M+

----------------------------------------------------------------
Bagus bukan ? Sejauh ini gue masih terus survey tentang performa Suzuki secara umum, karena jika dilihat dari data yang ada Suzuki masih kalah kelas dalam hal penjualan dengan Honda dan Yamaha. Layanan purna jualnya pun seperti ketersediaan bengkel resmi menjadi patokan utama jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan varian skubek ini.

Overall, style nya lah yang sanggup menyilaukan mata gue untuk mencoba matic yang satu ini. Dalam iklannya matic ini berjuluk ULTIMATIC. Benar tidaknya ya harus menunggu gue mengendarainya :-)

07 September 2007

Honda Supra X New Series

Honda Supra X New Series

Pertama kali ngeliat gambarnya dari milis HSX125 Community sedikit terbesit mengharapkan perbaikan dari sisi teknologi pada varian baru Supra X 125 ini. Sampai tulisan ini dibuat gue belum dapat spek detilnya , entah naik ke 135cc atau tetap mengusung daya 125cc. Entah karbu tradisional atau naik ke injeksi.

Coba ah intip satu-satu dari sisi tampilannya ...

1.Velg ? sepertinya sama saja dengan varian HSX125 terdahulu,
2.Bodi ? runcing model Honda Revo terlihat dari struktur bodi depan hingga belakang.
3.Visor dan Lampu Depan ? nah ini yang keren, mirip dengan model lampu yang muncul di varian skutik cuma ini pindah ke atas dengan bagian visor yang diperuncing. Bukan windshield lho .. tapi visor.
4.Stripping ? Bergelora seolah mengincar kaum muda yang masih haus dengan gaya terbaru.
5.Knalpot ? sudah model racing, lebih keren lagi kalo ttp pake cover knalpot model di Karisma, HSX bahkan di model Scorpio, lumayan kan kalo ada cover panas bisa tertahan kalau kena di kaki.
6.Cakram ? Depan pasti sudah wajib dan belakang ini yang jadi nilai plus. Mungkin ini sedikit mengobati varian HSX125 Double Disk yang kurang unjuk gigi.
7.Lain-lain ... hhhmm spek detil belum dapet tapi kalo mau mengomentari daleman mesin gue jelas bukan pakarnya karena belum paham kalo sudah ngobrolin spek mesin berikut kelemahan dan keunggulannya.

Setelah di post di milis seketika muncul pertanyaan apa ubahannya. Yah seperti kita ketahui bersama kalau Honda rada hati-hati kalo mau meng-eksplorasi hal-hal yang baru dan lebih memperhatikan keinginan pasar. Hanya Honda Indonesia yang tau :-)

Selamat Datang varian baru dan berikut sedikit gambar-gambar pilihan :