19 November 2007

Honda Vario

Kok belinya Vario ... katanya Skywave ???

Heehhee ... iya .. jadinya beli Vario. Kenapa? alasan mendasarnya adalah kedekatan gue dengan komunitas motor Honda baik pertemanannya smp kedekatan dengan pihak internal Honda melalui media mailing list, at least kalo terjadi berbagai hal bisa langsung di konsultasikan ke sasaran yang tepat.

Terus Skywave? sampai detik-detik akhir gue tidak menemukan gong yang pas untuk berpaling ke Skwyave apalagi suara keluarga (*baca: istri) lebih senang dengan keindahan lekuk Honda Vario.

Yuk di-review sedikit-sedikit soal Vario....

Secara keseluruhan lekuk bodi Vario sudah bagus dari awalnya jadi tidak perlu modif banyak-banyak pun sudah banyak yang terpesona, meski kadang disembunyikan dengan kata-kata "ah Vario ... jelekkk".

*Dari Depan ke Tengah*

Tidak ada inovasi berlebih soal spatbor depan, cakram smp shock. Kelemahan yang disuarakan oleh para penunggang Vario adalah kerasnya bantingan shock depan dan kabarnya sudah ada jurus tertentu untuk mengurangi gejala tersebut. Solusinya? iseng-iseng join milis nya deh ehhehehee...

Ban depan berukuran 80/80-14. Buat yang doyan ban besar dan merasa kurang kokoh pasti gregetan untuk nge-ganti ke ukuran yang umum dipakai yaitu profil 100/80. Apa ga kebesaran profil? Sepertinya tidak! Ntar gue share lagi deh kl gue jadi ganti ke ukuran segitu ya :-)

Visor lancip sudah bagus dan banyak di aplikasikan ke motor-motor modifikasi lain. Lampu depan juga sudah bagus sedemikan rupa dan ini juga sudah banyak jadi barang incaran penyuka modifikasi.

Speedometer sebenarnya tidak menyimpan keunikan karena tampil standar saja dan masih menyimpan gaya lama yaitu model yang bukan digital. Pengukur bensin sami mawon karena tidak tampil digital, padahal gaya ini sudah dianut varian lama Honda yaitu Karisma sampai generasi baru Supra X 125.

Handgrip? seperti ulasan tabloid roda dua di edisi terdahulu, grip akan licin saat terkena curah hujan, dan pemakaian sarung tangan yang baik sangat di rekomendasikan.

Spion tetap tampil sama persis dengan varian Supra X padahal Tiger Revo dan Mega Pro membawa model sendiri.

Dek Vario lumayan lapang buat pijakan kaki sehingga saat berkendara kita masih punya space goyang-goyang kaki mengikuti nada lagu saat pengendara non-matic lain sibuk oper gigi. Huhh ... ngejek hehehehe. Sayang .. menurut masukan orang terdekat (*baca: istri lagi), space pada dek tidak mampu memuat lebar satu galon air mineral yang konon kondisi ini tidak terjadi di varian matic lain. Betul tidaknya gue belum coba varian matic lain selain Vario.

Dibawah dek tersimpan Side-Stand Switch yang menjadi keunggulan Honda dibanding kompetitornya. Sistemnya bekerja mematikan mesin saat motor diletakkan dengan standar samping.

*Dari Tengah ke Belakang*

Striping Vario tampil manis dengan berbagai variasi. Coba lihat saja warna-warninya di web AHM.

Shock belakang model tunggal di sisi kiri lumayan baik meredam kejutan mengawal roda belakang yang tampil dengan profil 90/80-14. Kabarnya profil bisa dimaksimalkan hingga ke saiz 140/70. Gue sendiri akan mencoba hingga ukuran 120 saja. Ini berkaitan dengan kekuatan kerja CVT yang tampil apik di sisi kiri bodi Vario.

Desain knalpot rada gemuk melalui warna cover perak. Sejauh ini tidak ada nada protes yang harus gue luncurkan soal desain ini karena terlihat oke-oke saja. Begitu juga dengan desain spatbor belakang yang sepertinya tidak membuat cipratan air ke belakang saat hujan.

Sisi kanan muncul radiator Vario yang konon terbilang ampuh mengawal kinerja mesin matic keluaran Honda ini. Intipan radiator coolant juga oke punya meski terkadang rada sulit juga untuk membedakan warna apakah coolant sedang habis atau tidak. Tapi kekurangan coolant dapat di deteksi dengan indikator di panel depan dekat speedometer.

Lalu lampu belakang? Tampil runcing dikawal behel yang kenapa tidak tampil ala Tiger Revo. Piranti lampu belakang ini juga jadi barang incaran modifikator yang desainnya oke punya. Sejauh ini banyak di aplikasikan di varian Tiger Revo mengganti tampilan lampu belakang standar.

Jok.....hhhmmm.....keras apalagi kl sudah menempuh di atas 30 km-an. Ini mungkin karena di bawah jok tersedia bagasi lapang yang ikut berperan menyakiti pantat saat berkendara. Dan ini dia yang paling gue kadang sesali dengan desain standar Vario. Apanya? Ground Clearance yang terlalu rendah yang kadang harus terantuk polisi tidur yang kerap muncul di perumahan-perumahan.

Saat berboncengan sebenarnya tidak ada keluhan berarti berkaitan dengan performa tapi ya itu tadi, kenapa tidak di desain sedikit lebih tinggi.

Bagaimana dengan tanki. Vario mampu membawa 3.6 lt bensin pada perjalanannya. Dan dengan jarak tempuh +/- 84km PP gue harus menyisakan dana 10rb rupiah setiap harinya untuk mampir ke warung Shell. Konsumsi bensin jenis ini diyakini mampu membuat Vario bekerja lebih nyaman.

OVERALL ... Honda Vario oke punya. Baik untuk pengendara Pria maupun Wanita.

Cobain deh.



Berikut adalah data spesifikasi teknis Vario diambil dari web AHM :

Panjang X lebar X tinggi : 1.897 x 680 x 1.083 mm
Jarak sumbu roda : 1.273 mm
Jarak terendah ke tanah : 132.5 mm
Berat kosong : 99,9 kg (tipe spoke)
99,3 kg (tipe CW)
Tipe rangka : Tulang Punggung
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan ayun dengan sokbreker tunggal
Ukuran ban depan : 80/90 - 14 M/C 40P
Ukuran ban belakang : 90/90 - 14 M/C 46P
Rem depan : Tipe cakram hidrolik dengan piston ganda
Rem belakang : Tromol
Kapasitas tangki bahan bakar : 3,6 Liter
Tipe mesin : 4 Langkah, SOHC
Diameter x langkah : 50,0 mm x 55,0 mm
Volume langkah : 108 cc
Perbandingan kompresi : 10,7 : 1
Daya maksimum : 8,99 PS / 8000 rpm
Torsi maksimum : 0,86 kgf.m / 6.500 RPM
Kapasitas minyak pelumas mesin : 0,7 Liter pada penggantian periodik
Kopling Otomatis : Otomatis sentrifugal, tipe kering
Gigi transmsi : Otomatis, V-Matic
Pola pengoperan gigi : -
Starter : Pedal dan elektrik
Aki : 12 V - 3,5 Ah
Busi : ND U22FER9 / NGK CR7EH-9
Sistem pengapian : DC - CDI, baterai
Tinggi tempat duduk : 758 mm
Sistem pendingin : Silinder tunggalPendingin dengan cairan (liquid cooled)
Susunan silinder : Silinder tunggal
Karburator : VK22 x 1
Lampu depan : 12 V 25 W / 25 W x 2
Lampu senja : 12 V 3,4 W x 2

Mohon maaf jika terjadi kekurangan maupun kelebihan dalam penyampaian informasi ini. Thank You!

4 komentar:

gorbo mengatakan...

Jok keras! Harus modif. Dek sempit! Kurang leluasa tapi masih bisa bawa 2 galon air mineral (posisi berdiri). Kalo touring, bawa tas carrier 75 liter bisa dijejalin di tengah. Harus pasang box belakang, soalnya bagasi cuma seuprit doang. Ban bawaan pabrik licin! Harus ganti dengan aftermarket. Performa perkotaan banget, kurang sip rasanya dipake touring.

Saya sih bukannya gak puas sama Vario, tapi udah bosan aja setelah setahun pake. Ini sih lebih ke sayanya aja yg banyak maunya. Hahaha!

Anonim mengatakan...

Selamat...
Dek-ny menurut gw cukup luas... gw penah bawa semen 1 sack, pasir satu karung.... wakakakakak... kesian vario gw.
BBM lumayan irit... 1 liter buat 40 km-an lebih, seboros-borosnya 36km.... kalo yang otomatis duluan mah bisa bosen dech ketemu SPBU.. wekekekeke..

Anonim mengatakan...

gw setuju bos!! vario punya design yang "import", mahal, futuristic, elegan, sexy & kokoh!! jujur, sekalipun vario gw stripingnya gw copot, tapi secara design juga gak dangdut, gak kayak mio norak.. mesinnya juga alus, bensin irit.. well apalagi?? lebih mahal harganya?? ya pantas bukan?? daripada beli yg lebih ringan tapi keliatan kayak mainan??

Anonim mengatakan...

enak apanya bur shock as nya gampang beret, larinya payah buat putaran atas spare part muahal bgt di banding kompetitor lain, besin hrs pertamax kalo ga ais nya aneh2